SMP Negeri 1 Nunukan

SMP Negeri 1 Nunukan

Mudahkanlah, jangan dipersulit!

Halo, Sobat SMP! Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan Kurikulum Merdeka dan juga Platform Merdeka Mengajar pada Merdeka Belajar Episode ke-15 lalu. Kurikulum Merdeka ini ditujukan untuk mengatasi krisis pembelajaran yang terjadi, salah satunya akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Hingga saat ini, sudah banyak satuan pendidikan yang mulai mencoba mengimplementasikan Kurikulum Merdeka lewat jalur mandiri. Namun seiring berjalannya waktu, terdapat berbagai miskonsepsi terkait implementasi Kurikulum Merdeka ini sehingga perlu adanya pelurusan terhadap kesalahpahaman yang terjadi.

Sebenarnya ada banyak miskonsepsi terkait implementasi Kurikulum Merdeka, namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas lima miskonsepsi yang cukup penting untuk diluruskan. Oleh karena itu, simak pembahasan di bawah berikut sampai selesai ya, Sobat SMP!

1. Ganti Kurikulum Adalah Tujuan

Miskonsepsi yang pertama adalah “ganti kurikulum merupakan tujuan”. Padahal, yang ingin ditekankan di sini adalah bagaimana melihat Kurikulum Merdeka ini adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pemulihan pembelajaran

Apabila kita memandang ganti kurikulum sebagai tujuan maka hal yang terjadi adalah kita akan disibukkan dalam urusan administratif seperti ganti istilah atau ganti format dokumen. Jadi, jangan memandang ganti kurikulum sebagai tujuan utama.

2. Terdapat Penerapan Kurikulum Merdeka yang Benar atau Salah Secara Absolut

Banyak yang memiliki persepsi bahwa terdapat penerapan Kurikulum Merdeka yang benar ataupun salah secara absolut. Karena setiap satuan pendidikan mempunyai karakteristik yang berbeda, tentunya Kurikulum Merdeka yang diterapkan sebuah sekolah akan berbeda dengan sekolah lainnya. Hal ini menyebabkan benar atau salahnya penerapan kurikulum bukanlah absolut, melainkan kontekstual.

Kriteria utama dari penerapan Kurikulum Merdeka adalah bagaimana implementasi yang dilakukan bisa menstimulasi tumbuh kembang karakter dan juga kompetensi peserta didik. Guru menjadi salah satu elemen yang dapat mengetahui keberhasilan dari implementasi Kurikulum Merdeka yang telah dilakukan.

3. Harus Menunggu Pelatihan dari Pusat

Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, masih banyak yang mengira bahwa harus menunggu pelatihan dari pusat terlebih dulu untuk bisa menerapkan Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek percaya bahwa satuan pendidikan dan juga guru bisa mengambil inisiatif untuk mengembangkan kapasitasnya secara mandiri.

Peran Kemendikbudristek dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah menyediakan perangkat-perangkat pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru dan sekolah secara mandiri untuk meningkatkan kapasitas di masing-masing konteks. Jadi, tidak ada pelatihan yang seragam untuk peningkatan kapasitas. Semuanya harus mencoba untuk memahami dan menerjemahkan secara mandiri untuk konteksnya masing-masing.

4. Proses Instan

Miskonsepsi selanjutnya adalah bahwa dalam proses belajar mengimplementasikan Kurikulum Merdeka ini seolah-olah bisa dilakukan secara instan. Nyatanya tidak ada proses belajar yang instan, terlebih lagi untuk hal yang sekompleks penerapan kurikulum baru untuk mengubah cara kita mengajar di dalam kelas.

Jadi, implementasi Kurikulum Merdeka pasti membutuhkan proses. Akan ada maju-mundur ataupun turun-naiknya. Hal yang terpenting adalah para guru dan juga sekolah tidak pernah berhenti berproses, serta terus merefleksikan diri untuk memperbaiki proses yang telah dijalankan.

5. Hanya Bisa Diimplementasikan di Sekolah dengan Fasilitas Lengkap

Miskonsepsi yang terakhir adalah seolah-olah Kurikulum Merdeka hanya dapat diimplementasikan pada sekolah yang memiliki fasilitas lengkap. Ini adalah keliru karena Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang fleksibel sehingga bisa dioperasionalkan menjadi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan di sekolah mana pun, termasuk sekolah dengan fasilitas minim.

Jadi, semua sekolah bisa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka tanpa perlu memikirkan apakah fasilitas yang ada sudah memadai atau belum. Hal yang terpenting adalah kesiapan dan juga dukungan seluruh warga sekolah dalam penerapan Kurikulum Merdeka.

Nah, itulah tadi beberapa miskonsepsi yang perlu diluruskan terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Sekarang Sobat SMP sudah tahu kan hal-hal yang kiranya masih membingungkan? Yuk sebarluaskan informasi ini kepada rekan sejawat agar tidak keliru dalam memahami implementasi Kurikulum Merdeka. Pantau juga website Direktorat SMP agar tidak ketinggalan informasi-informasi penting lainnya. Semoga bermanfaat ya, Sobat SMP!

Penulis: Pengelola Web SMPN 1 Nunukan

Referensi:

https://www.youtube.com/watch?v=Fenj9lr36fs

Halo, Sobat SMP! Apakah kalian sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau yang juga dikenal dengan ANBK? Masih sama seperti tahun sebelumnya, pada ANBK 2022 ini terdapat tiga instrumen. Di antaranya adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Lingkungan Belajar, dan juga Survei Karakter.

Bagi Sobat SMP yang belum mengetahui tentang instrumen ANBK bisa membaca artikel mengenai Instrumen dalam Asesmen Nasional. Setelah memahami masing-masing instrumen, Sobat SMP juga harus mengetahui berapa jumlah soal dan juga waktu pengerjaannya.

Seperti yang tadi sudah dijelaskan di awal bahwa Asesmen Nasional memiliki tiga instrumen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan juga Survei Lingkungan belajar. Tentunya terdapat perbedaan jumlah butir soal yang muncul dari tiap instrumennya. Nah maka dari itu, yuk langsung saja disimak informasinya!

  • Asesmen Kompetensi Minimum: Waktu 90 menit

Asesmen Kompetensi Minimum atau AKM adalah bagian dari Asesmen Nasional yang menguji kemampuan literasi membaca dan juga literasi numerasi. Karena terdiri dari dua literasi, pelaksanaan AKM dibagi menjadi dua hari. Hari pertama peserta didik akan mengerjakan literasi membaca, sedangkan literasi numerasi dikerjakan di hari kedua.

Untuk masing-masing AKM, peserta didik jenjang SMP diberikan waktu sebanyak 90 menit dalam mengerjakan soal-soal yang akan ditampilkan. Jumlah soal baik literasi membaca dan juga literasi numerasi adalah 36 butir soal yang terbagi ke dalam tiga stage.

  • Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar: Waktu 30 menit

Survei Karakter bertujuan mengukur hasil belajar nonkognitif peserta didik, sedangkan Survei Lingkungan Belajar untuk mengukur kualitas lingkungan belajar pada satuan pendidikan. Keduanya dilaksanakan pada hari yang berbeda. Survei Karakter dilakukan di hari pertama setelah AKM literasi membaca dan Survei Lingkungan Belajar dilakukan di hari kedua setelah AKM literasi numerasi.

Waktu yang diberikan untuk mengerjakan Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar masing-masing adalah 30 menit. Nantinya di dalam Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar akan dikategorisasikan menjadi beberapa kelompok pertanyaan. Namun, tiap kelompok pertanyaan memiliki aspek-aspek pernyataan yang beragam jumlahnya.

Nah, itu dia tadi waktu pengerjaan dan jumlah soal yang akan muncul di dalam Asesmen Nasional. Untuk pelaksanaan ANBK jenjang SMP dijadwalkan akan dilaksanakan pada 19-22 September 2022 yang terbagi ke dalam dua gelombang. Sobat SMP dapat melihat rinciannya pada tabel di bawah ini:

Jadwal ANBK jenjang SMP sederajat

Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Sobat SMP yang akan melaksanakan Asesmen Nasional di pertengahan September mendatang. Pantau terus website resmi Direktorat SMP untuk informasi-informasi penting lainnya terkait ANBK. Semoga bermanfaat ya, Sobat SMP!


Penulis: Pengelola Web SMPN 1 Nunukan

Referensi:

https://pusmendik.kemdikbud.go.id/an/ 

https://anbk.kemdikbud.go.id/ 

Prosedur Operasional Standar tentang Penyelenggaraan Asesmen Nasional Tahun 2022

Setelah berhasil diselenggarakan pada tahun 2021 lalu, tahun ini Asesmen Nasional (AN) kembali digelar di seluruh Indonesia. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan telah merilis Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 013/H/PG.00/2022 Tentang Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan Asesmen Nasional  2022.

Dalam peraturan tersebut, dijelaskan AN diikuti oleh Satuan Pendidikan, Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang terdaftar dalam Dapodik atau EMIS dan memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang valid. AN merupakan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk memetakan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dengan menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. 

Pelaksanaan AN merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan perwakilan RI di luar negeri. Sama seperti sebelumnya, pelaksanaan AN menggunakan sistem berbasis komputer secara daring atau semi daring. Nah, apakah Sobat SMP sudah mengetahui kapan AN tahun 2022 akan dilaksanakan? Bila belum, yuk simak lini masa berikut ini.

Asesmen Nasional 2022 Untuk Peserta Didik

29 – 31 Juli 2022 : Sinkronisasi simulasi AN Gelombang I 

1 – 4 Agustus 2022 : Simulasi AN Gelombang I 

5 – 7 Agustus 2022 : Sinkronisasi Simulasi AN Gelombang II 

8 – 11 Agustus 2022 : Simulasi AN Gelombang II 

9 – 11 September 2022 : Sinkronisasi Gladi Bersih AN Jenjang SMP/MTS/SMPLB/Paket B

12 – 15 September 2022 : Gladi Bersih AN Jenjang SMP/MTS/SMPLB/Paket B

16 – 18 September 2022 : Sinkronisasi AN Jenjang SMP/MTS/SMPLB/Paket B

19 – 22 September 2022 : Pelaksanaan AN Jenjang SMP/MTS/SMPLB/Paket B

24 – 25 September 2022 : Pelaksanaan AN Jenjang Paket B

Lini Masa Survei Lingkungan Belajar Kepala Satuan Pendidikan dan Pendidik

8 Agustus 2022 : Penarikan data dari Dapodik/EMIS 

9 Agustus 2022 : Pencetakan kartu login pada laman dashboardslb.kemdikbud.go.id 

10 – 20 Agustus 2022 : Pengisian Survei Lingkungan Belajar jenjang SMP, SMPLB, MTS, SMPTK,  Madyama WP, Paket B, Wustha secara mandiri pada laman surveilingkunganbelajar.kemdikbud.go.id

Nah, itulah dia lini masa Asesmen Nasional bagi peserta didik dan Survei Lingkungan Belajar untuk kepala satuan pendidikan. Bagi Sobat SMP yang ingin mengetahui informasi lebih lengkap mengenai teknis pelaksanaan AN dapat mengunduh POS AN Tahun 2022 pada tautan berikut

Penulis: Pengelola Web SMPN 1 Nunukan

Referensi: 

https://anbk.kemdikbud.go.id/

https://pusmendik.kemdikbud.go.id/konten/pelaksanaan-asesmen-nasional-untuk-peserta-didik-2022

Tahukah Sobat SMP bahwa setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN)? Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini kembali diperingati dengan mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Peringatan Hari Anak Nasional adalah dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa. 

Hal tersebut sejalan dengan visi misi Indonesia Maju tahun 2045 dimana anak-anak Indonesia yang ada saat ini memegang peranan strategis Oleh karena anak-anak Indonesia diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi emas yang cerdas, sehat, unggul, berkarakter dan dalam sukacita yang bersendikan kepada nilai-nilai moral yang kuat.

Sebagai pihak yang mengampu bidang pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi juga telah mencanangkan program penguatan karakter peserta didik melalui Profil Pelajar Pancasila. Nah, mungkin sebagian besar dari Sobat SMP sudah tidak asing ya dengan Profil Pelajar Pancasila. Atau bahkan sudah mengetahui apa saja nilai-nilai di dalam Profil Pelajar Pancasila. 

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Direktorat SMP ingin membahas mengenai contoh-contoh sikap yang menggambarkan nilai-nilai Pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja itu? 

1. Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

Elemen kunci dari beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak Mulia meliputi akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, serta akhlak bernegara. Contoh sikap yang bisa Sobat SMP laksanakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan menjalankan perintah agama sesuai kepercayaan masing-masing; berkata dan berbuat baik sesuai ajaran agama; bersikap ramah, sopan, dan menghargai sesama manusia; mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar; dan bertingkah sebagai tidak warga negara yang baik dan tidak melawan hukum. 

2. Berkebinekaan Global

Sebagai bagian dari warga dunia, Sobat SMP juga harus mengenal dan menghargai kebudayaan lain, mampu berkomunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, serta merefleksi dan bertanggung jawab terhadap pengamalan kebinekaan. Contoh sikap Sobat SMP yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan mencoba mengenal dan menghargai teman dari suku yang berbeda; menggali cara komunikasi yang efektif dengan teman dari suku yang berbeda; serta mengumpulkan informasi terkait ragam budaya sebagai bekal untuk membangun relasi yang baik dengan sesama.

3. Gotong Royong

Gotong-royong merupakan salah satu nilai luhur yang dipegang teguh oleh bangsa Indonesia. Elemen kunci dalam gotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi. Karena itu Sobat SMP dapat mencoba untuk berkolaborasi dengan orang lain, menanamkan kepedulian pada hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama, serta terbuka untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, atau sumber daya lain yang memungkinkan. Sikap-sikap tersebut bisa mendorong terjadinya kolaborasi apik untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.

4. Mandiri

Mandiri juga merupakan salah satu nilai yang harus dimiliki sebagai Pelajar Pancasila dalam arti bertanggung jawab atas proses dan hasil belajar yang ditempuh. Sikap mandiri dapat diwujudkan dengan memiliki kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta memiliki regulasi diri. Sebagai contoh, apabila dihadapkan dalam situasi sulit maka Sobat SMP dapat dengan tenang mencari solusi sendiri dan menghadapi situasi dengan bijak.

5. Bernalar Kritis

Kemampuan bernalar kritis juga merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan pada abad 21. Lalu sikap seperti apa saja yang menandakan terbentuknya pemikiran yang kritis? Contohnya seperti bagaimana cara Sobat SMP memperoleh dan memproses informasi serta gagasan; menganalisis sekaligus mengevaluasi proses penalaran yang terjadi dalam pikiran; merefleksikan pemikiran dan proses berpikir itu sendiri; serta mengambil keputusan sebagai hasil dari proses berpikir. Dengan terus mengevaluasi penalaran dan proses berpikir maka Sobat SMP dapat mengasah kemampuan bernalar kritis. 

6. Kreatif

Pelajar Pancasila juga ditandai dengan kreativitas yang baik dimana pelajar mampu menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermanfaat, dan berdampak baik itu berupa gagasan, karya, atau tindakan. Bagaimana sih contoh sikap kreatif itu? Misalnya memberikan ide yang berbeda dari teman-teman lain dalam suatu proyek, mampu mengolah informasi atau mencari inspirasi dan melahirkan gagasan baru, serta menyelesaikan masalah dengan cara atau pendekatan yang berbeda. 

Nah, itulah dia contoh sikap-sikap yang menggambarkan Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, nilai-nilai apa saja yang sudah ada dalam diri Sobat SMP? Yuk, sama-sama mengamalkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila agar Sobat SMP menjadi insan yang cerdas, berprestasi, dan berkarakter. 

Penulis: Pengelola Web SMPN 1 Nunukan

Referensi: 

https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/profil-pelajar-pancasila/

Halaman 1 dari 55